Friday, December 7, 2012

Perjuangan Guru di SD Terpencil

0 comments

Perjuangan Guru Honorer Aristya Lumban Tobing (25), salah seorang Guru di SD Terpencil patut diapresiasi dan dicontoh. Ia merupakan seorang guru SD di sebuah desa di Lampung Barat, Provinsi Lampung. Sebagai guru honorer, gajinya hanya Rp 200 ribu yang dibayarkan per tiga bulan. Itupun kadang waktu pembayarannya molor. "Saya di gaji Rp 600 ribu per tiga bulan, itupun kadang telat 20 hari, bahkan lebih," kata Aristya, di sela-sela waktu mengajar, kepada detikcom, Jumat (7/12/2012).

SD Negeri 2 Wayharu (NPSN 10803462) merupakan tempatnya mengabdi selama dua tahun ini. Perempuan berjilbab ini memang bertempat tinggal tak jauh dari SD tersebut. Setiap hari dia ke sekolah dengan berjalan kaki. SD Negeri 2 Wayharu terdiri dari 120 murid dengan 6 ruang kelas. Total guru ada 15 orang, dan 13 diantaranya masih bersatus honorer.

Jarak SD yang terletak di desa Pengekahan tersebut sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan dengan sepeda motor ke kecamatan Bengkunat Belimbing. Padahal, siswa-siswi di SD ini harus berangkat ke sana untuk setiap masa ujian semester maupun ujian akhir nasional karena bahan soal yang tidak memadai.

Pantauan detikcom, setiap ruang kelas memiliki enam jendela berukuran 0,5x1 meter. Dindingnya terdiri dari tembok setinggi 1 meter, dan disambung dengan kayu ke atasnya. Meja dan kursinya terbuat dari kayu dan beberapa sudah mulai terlihat lapuk.

Kegiatan belajar mengajar di SD ini berlangsung pukul 8.00 WIB sampai 10.30 WIB. Tak jauh dari bangunan SD tersebut ada PAUD Sehati dan SMPN Satap 1 Bengkunat Belimbing yang kondisi bangunannya tak jauh berbeda.

Sumber : Detik.com

Related Articles:

Leave a Reply

Arsip Website

 
Guru Indonesia © 2011 Grade science & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends